dirunding di PUNCAK

yap…sebentar lagi setahun sudah blog ini terpampang di dunia maya. sebagai kado dari seorang rekan, jadi umur blog ini hampir mirip dengan usia KAMI. kesempatan ini saya gunakan untuk refleksi perjalanan hamur ayam (rumah maya KAMI) ini.

ide awal pengen mendokumentasikan apa yang terlintas dan tertulis dalam ceceran kertas dikantor dan dirumah. karena juga sebagai kado untuk KAMI jadi pengennya seh jadi tuangan harapan KAMI.karena juga lagi blog ini produk KAMI jadi tidak seharusnya menjadi penyaluran ego personal yang telah lama hilang (karena sudah menjadi KAMI).

pada kenyataannya mewujudkan ide awal ada tantangannya. waktu dan kesempatan mungkin yang pertama kali muncul sebagai alasan. boleh saja orang bicara waktu dan kesempatan tidak boleh jadi alasan. namun menyempatkan (mencari kesempatan) dan menyediakan waktu untuk berekspresi perlu motivasi tinggi. selain itu, refleksi dan tulisan disini masih belum dapat mewujudkan arti sebuah kata KAMI. ego personal dan hasrat yang kebetulan tak terbendung datang tanpa dapat dicegah dan dideteksi (yah hampir mirip-mirip dengan gempa deh..atau jalangk*ng). disamping itu, terkadang, namun sepertinya hampir semua, tulisan dibuat untuk mengalirkan derasnya hasrat yang meluncur. daripada tidak disalurkan..bisa jebol bendungannya.. ya terpaksa cekdam perlu dibuka separoh. dan hasilnya masih menggambarkan ego personal sehingga menutupi kehadiran KAMI. selain itu, dari sekian ide, sedikit yang nyerempet pencapaian, yakni menjadikan blog iniĀ  tempat dokumentasi. fyi, beberapa tulisan sebenarnya versi publik untuk dokumen-dokumen kantor meskipun tidak semua pekerjaan kantor didokumentasikan disini.

lantas, setelah perjalanan setahun, mau kemanakah dan akan diapakan blog ini?pertanyaan ini sengaja dilontarkan kepada rekan yang mengado ini. dan jawabannya adalah jawaban yang terbaik menurutku hingga saat ini. “biarkan mengalir..nanti setelah banyak tulisan baru terlihat bentuknya”. yap…bener sam… biarkan mengalir apa adanya. biarkan proses alam yang menentukan bentuknya dan jangan biarkan proses terhenti. hasilnya apa…ya kita liat aja nanti. dirunding di puncak aja yah…

Advertisement

3 Responses to dirunding di PUNCAK

  1. keep blogging pokoke brader…

    salam,

    bonar

  2. oyi brader…keep on blogging

  3. salam kenal mas
    pokoke ngeblog never stop he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s