operator yang JAHAT

Di era digital seperti saat ini, teknologi komunikasi berkembang pesat. Mulai dari teknologi penyampaian hingga interface yang digunakan. GSM, sebagai contoh, terus mengembangkan teknologi yang digunakan guna peningkatan kapasitas pelayanan yang akan disajikan. Demikian pula produsen handset. Berbagai teknologi dan fitur disematkan guna meningkatkan produktifitas konsumen, bahkan guna memanjakan konsumen. Jadi tak pelak lagi, komunikasi semakin lancar dan mudah, sehingga efektifitas dan efisiensi komunikasi semakin meningkat.

 

Disisi lain, masih ada konsumen yang sepertinya semakin terancam dengan kecanggihan teknologi yang ada di dunia komunikasi. Terancam karena belum banyaknya aturan yang mengatur keberadaannya ataupun terancam privasinya dengan kecanggihan teknologi. Meskipun riset-riset banyak yang menunjukan keinginan pasar untuk meningkatkan produktifitas sebuah produk, namun tidak dapat disangkal ada pula orang-orang yang menginginkan teknologi kembali kesedia kala. Sebagai contoh, dengan adanya ponsel, maka kemanapun kita berada kita akan dengan mudah dihubungi oleh orang lain (bahkan monyet aja bisa ngubungin kita kog). Jadi teringat sebuah tulisan yang mengomentari penggunaan ponsel untuk hal-hal yang kurang bijak seperti ngerumpi dan sekedar menanyakan mau masak apa hari ini, namun kondisi tersebut sudah tidak aneh/wajar dan bahkan sangat membantu kita (saya sendiri merasakannya).  Mungkin sering kita menerima telepon dari pimpinan menanyakan dimana sebuah file disimpan dan bagaimana memindahkannya ke komputer dia. Bahkan di pagi buta atau ditengah kesibukan liburan dengan keluarga tak jarang kita masih menerima panggilan telepon dari kantor untuk menanyakan hal-hal penting hingga yang sederhana.

 

Dengan kondisi seperti tadi contohkan, sepertinya saya merasa ingin kembali ke jaman dulu yang telepon hanya dirumah dan kita tidak selalu terkoneksi, meskipun demikian kadang terpikirkan pula keuntungan dari cepatnya informasi tersebar. Mmm…..adakah operator yang mengiklankan diri dengan “SIGNAL BURUK…KUALITAS SUARA YANG JELEK…JANGKAUAN YANG SEMPIT…dimanakah mereka???

Advertisement

2 Responses to operator yang JAHAT

  1. masih inget waktu jaman dulu bro, jaman blm ada HP, kita kalo janjian pasti berusaha utk ontime, spy gak saling menunggu. tapi, setelah muncul HP kita jadi seing berbohong, kalo di telp teman dan nanya sdh dimana kita bisa dengan segera menjawab “wah..maish di jalan niy, kena macet bro..” padahal baru melek dan masih golek2an di kamar…
    dulu kalao gak baw alat komunikasi apapun waktu kita bepergian, kita kayaknya santai2 aja, gak kuatir terjadi sesuatu apa..tapi sekarang, kalo HP ketinggalan, dan kita sudah jauh dari rumah, kita pasti panik, kepikiran terus, takut2 kalo ada telp penting masuk..walahh…jadi capek yah…
    udah dulu deh, kepanjangan gw komennya boss..

    tengkyu yak,

    salam,

    bonar

  2. bottomline : aku golek operator sing iso mrotek incoming call dari bos2 dikantor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s